Forum Diskusi Aktivis Sumatera Barat (FORDIVISBAR) 2026 digelar di Aula FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Unit Kegiatan Wawasan dan Penalaran Politik Sosial UNP ini mengangkat tema “Sumatera Barat Darurat LGBT: Peran Aktivis dalam Menyikapi Isu LGBT serta Mendorong Regulasi Daerah.”
Forum tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan bagi aktivis, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat dalam merespons dinamika persoalan sosial yang berkembang di Sumatera Barat. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai sosial, budaya, adat, dan moral di tengah perubahan sosial yang dinilai semakin kompleks.
Sejumlah narasumber hadir dari unsur pemerintahan, legislatif, adat, dan akademisi. Di antaranya Jasman Dt Bandaro Bendang yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, Nurfirman Wansyah, serta Arkadius Dt. Intan Bano.
Dalam sambutannya, Kasubdit Organisasi dan Kesejahteraan Mahasiswa UNP, Medris, menyampaikan bahwa FORDIVISBAR diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat Sumatera Barat. Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai budaya dan norma sosial dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dengan berlandaskan falsafah “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan dan masukan dari peserta, terutama terkait peran generasi muda dalam menjaga identitas sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat di tengah perkembangan isu-isu kontemporer.
Panitia menyampaikan harapan agar kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif serta partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga jati diri dan marwah masyarakat Sumatera Barat sesuai nilai adat, agama, dan norma sosial yang berlaku.
Di akhir kegiatan, peserta bersama-sama membacakan Pernyataan Sikap sebagai bentuk komitmen moral untuk mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai budaya serta kebersamaan di Sumatera Barat.