Industri film Indonesia menghadirkan drama berjudul Nia, yang memotret kerasnya realitas hidup sekaligus membuka ruang pembahasan isu-isu sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Cerita berfokus pada perjalanan seorang remaja, Nia Kurnia Sari, yang sejak kecil menghadapi berbagai kesulitan.
Setelah orang tuanya bercerai, Nia harus mengambil peran sebagai pencari nafkah bagi keluarganya. Beban yang lazimnya ditanggung orang dewasa itu ia emban di usia belia, menggambarkan kenyataan bahwa tidak sedikit anak yang dipaksa tumbuh lebih cepat dari semestinya.
Dengan tekad untuk menjaga keluarganya tetap bertahan, Nia menjalani hari-harinya di tengah keterbatasan. Namun, situasi berubah ketika suatu malam ia pulang melewati jalur sunyi saat hujan turun. Dalam perjalanan itu, Nia diserang seorang pemuda yang disebut memiliki kecanduan narkoba, dan peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga serta lingkungan tempat ia tinggal.
Melalui alur yang emosional, film ini mengangkat persoalan kekerasan terhadap perempuan dan ancaman penyalahgunaan narkotika yang merusak generasi muda. Kisahnya juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi perempuan serta peran komunitas dalam mencegah kejahatan serupa.
Di sisi lain, Nia menampilkan gambaran solidaritas warga ketika keadilan harus diperjuangkan. Dukungan dari tetangga dan komunitas digambarkan sebagai kekuatan yang hadir di tengah tragedi, menegaskan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi penopang saat situasi sulit terjadi.
Film ini diproduseri Ruben Onsu dan diperkuat deretan pemain, termasuk Neno Warisman dan Helsy Herlinda, serta Qya Ditra dan Syakira Humaira. Dengan tema yang sarat isu sosial, Nia hadir sebagai drama yang tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga mengajak penonton meningkatkan kewaspadaan, empati, dan keberanian untuk saling melindungi.

