Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan judul baru melalui Asrama Putri, produksi Puras Production, yang mulai menjalani proses syuting sejak 23 Januari 2023. Film ini disutradarai Wishnu Kuncoro dan terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di sebuah asrama putri kampus ternama di Bogor, Jawa Barat.
Berbeda dari film horor pada umumnya yang menitikberatkan pada efek kejut, Asrama Putri disebut lebih mengandalkan kekuatan cerita, atmosfer mencekam, dan konflik psikologis. Narasi horor dipadukan dengan isu sosial yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, sehingga ketegangan dibangun secara perlahan melalui misteri dan pergulatan batin para karakter.
Wishnu Kuncoro menjelaskan cerita film ini berangkat dari peristiwa nyata yang pernah terjadi di sebuah asrama putri. Pendekatan tersebut ditujukan agar kisah terasa lebih realistis dan relevan. Sebagian proses pengambilan gambar dilakukan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dengan melibatkan banyak pemeran perempuan sebagai mahasiswi penghuni asrama.
Dalam film ini, Dea Annisa memerankan Gwen, mahasiswi yang digambarkan berani dan kritis serta berusaha mengungkap kejanggalan di balik teror asrama. Dea menyebut peran tersebut menjadi tantangan karena karakter Gwen bertolak belakang dengan kepribadiannya yang ia akui penakut. Ia tertarik bergabung karena menilai film ini menawarkan horor yang kuat dari sisi cerita dan atmosfer, bukan sekadar mengandalkan lokasi atau properti menyeramkan.
Samuel Rizal turut tampil sebagai Lazuardi, seorang dosen yang berupaya membantu mahasiswi menghadapi persoalan-persoalan kampus. Untuk mendalami perannya, Samuel melakukan riset dengan mempelajari kisah-kisah asli yang menjadi inspirasi film. Karakter Lazuardi memiliki kaitan erat dengan konflik utama, terutama dengan sosok misterius bernama Sally, arwah perempuan yang menyimpan dendam masa lalu.
Cerita Asrama Putri berfokus pada Mia (Mawar Butterfly), dosen baru yang kedatangannya bertepatan dengan peristiwa kesurupan massal di kampus. Meski kejadian tersebut sempat mereda, dampaknya terus menghantui para mahasiswi, termasuk Loly (Nadya Ulya), teman sekamar Gwen, yang semakin sensitif dan kerap mengalami kerasukan.
Selain unsur mistis, film ini juga menyoroti isu relasi dosen dan mahasiswa, persahabatan, hingga praktik ilegal yang meresahkan lingkungan kampus. Rangkaian konflik tersebut terhubung dengan sosok Sally yang menjadi pusat teror.
Asrama Putri diproyeksikan menambah variasi film horor lokal dengan pendekatan yang berbeda. Menggabungkan inspirasi kisah nyata, horor psikologis, dan isu sosial, film ini dijadwalkan rilis pada 2023.

