Enam Hoaks Ramai di Media Sosial: Dari Klaim Bantuan Rp40 Juta hingga Tautan Mudik Gratis

Enam Hoaks Ramai di Media Sosial: Dari Klaim Bantuan Rp40 Juta hingga Tautan Mudik Gratis

Peredaran hoaks di media sosial kian meresahkan masyarakat. Informasi palsu dapat menyebar cepat, termasuk melalui manipulasi suara dan gambar dengan teknologi canggih, serta klaim menyesatkan terkait program pemerintah atau undian berhadiah. Dampaknya beragam, mulai dari kebingungan publik hingga kerugian material.

Tim Cek Fakta Liputan6.com merangkum enam hoaks yang menonjol dan sempat beredar di media sosial. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.

1. Video Menag Nasaruddin Umar diklaim membagikan bantuan Rp40 juta
Beredar unggahan Facebook pada 9 Maret 2026 yang menampilkan video dengan klaim Menteri Agama Nasaruddin Umar akan memberikan bantuan Rp40 juta. Dalam unggahan itu, warganet diminta melengkapi huruf “M_NT_R_ _G_M_” dan tersedia menu kirim pesan. Narasi dalam video menyebut bantuan akan ditransfer kepada orang yang beruntung setelah melengkapi huruf tersebut.

2. Klaim harga BBM di Jawa dan Bali berubah per 9 Maret 2026
Sebuah postingan yang beredar di media sosial, salah satunya di Threads pada 8 Maret 2026, mengklaim perubahan harga BBM akibat situasi perang. Dalam unggahan itu tertulis harga “Pertalite Rp 5.000, Pertamax Rp 6.150, Pertamax Turbo Rp 6.550” dengan catatan berlaku khusus di Pulau Jawa dan Bali serta dihitung per setengah liter.

3. Tangkapan layar artikel yang mengatasnamakan Ma’ruf Amin soal zakat untuk MBG
Unggahan Facebook pada 27 Februari 2026 menampilkan cuplikan layar artikel berjudul “Mar’uf Amin Uang Zakat Digunakan untuk Program MBG Tidak Apa2 Tidak Berdosa Malah Dianjurkan.” Pengunggah menambahkan narasi singkat bernada sindiran.

4. Klaim artikel Yaqut sebut Bahlil menyetor uang minyak Pertamina ke Jokowi Rp5 triliun
Pada 16 Maret 2026, beredar unggahan Facebook yang memuat tangkapan layar artikel berjudul “Yaqut Cholil Qiemas: Waktu Saya Serahkan Uang Haji Tiga Triliun Ke Rumah Jokowi Pak Bahlil Setoran Juga Uang Minyak Pertamina Lima Triliun, Masa Saya Sendiri Yang kena KPK Tidak Adil Dong.” Unggahan itu disertai narasi tambahan dari akun penyebar.

5. Klaim artikel Habiburokhman sebut Jokowi terlibat penyiraman air keras aktivis
Masih pada 16 Maret 2026, beredar unggahan Facebook berisi cuplikan layar artikel berjudul “Habiburrokhman: Presiden Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Ke Aktivis Andrie Yunus, Polisi, TNI Arahan Jokowi, Jokowi Yang Mengatur.” Unggahan tersebut menyebarkan klaim keterlibatan Presiden Joko Widodo.

6. Tautan pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026
Pada 6 Maret 2026, sebuah akun Facebook mengunggah klaim pembukaan pendaftaran “Mudik Gratis Pertamina 2026” untuk 34 provinsi, disertai ajakan mendaftar melalui tautan. Dalam unggahan terdapat menu “daftar” yang mengarah ke sebuah link. Tautan tersebut membuka halaman berisi formulir digital yang meminta data pribadi, antara lain nama, provinsi, dan nomor Telegram.

Rangkaian contoh di atas menunjukkan beragam pola hoaks yang beredar, mulai dari iming-iming bantuan, informasi ekonomi, hingga tautan yang meminta data pribadi. Pengguna media sosial disarankan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama jika unggahan memuat ajakan mengklik tautan, mengirim pesan, atau menyerahkan data diri.