Empat Daerah Ditargetkan Mulai Pembangunan Proyek Waste to Energy Danantara pada Akhir Kuartal I-2026

Empat Daerah Ditargetkan Mulai Pembangunan Proyek Waste to Energy Danantara pada Akhir Kuartal I-2026

JAKARTA — Lead of Waste Energy Danantara, Fadli Rahman, menargetkan empat daerah memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Waste to Energy (WTE) pada akhir kuartal I-2026. Target ini disebut sebagai bagian dari percepatan penanganan krisis sampah nasional.

Fadli menyampaikan proyek WTE tidak hanya diposisikan sebagai investasi infrastruktur, tetapi sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab persoalan sampah yang dinilai kian mendesak bagi generasi saat ini dan mendatang.

“Nah, keempat kota ini kita akan mengumumkan siapa mitra kita setelah proses seleksi mitra ini selesai dalam beberapa pekan ke depan,” kata Fadli di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Empat wilayah yang disebut telah menyatakan kesiapan penuh sejak akhir 2025 adalah Kota dan Kabupaten Bogor, Denpasar dan wilayah sekitarnya, Yogyakarta dan sekitarnya, serta Kota Bekasi.

Fadli mengatakan, setelah pengumuman mitra, tahapan berikutnya adalah memulai pembangunan. “Kemudian akan kita lakukan groundbreaking, mudah-mudahan di akhir kuartal-I 2026 ini untuk proses konstruksi selama sekitar 1,5 sampai 2 tahun,” ujarnya.

Menurut Fadli, persoalan sampah di Indonesia sudah melampaui kapasitas penanganan konvensional sehingga memerlukan terobosan besar yang terintegrasi. Ia mengingatkan risiko persoalan sampah bila penanganannya tidak segera diperkuat.

“Ini adalah proyek paling penting untuk generasi kita dan generasi berikutnya. Masalah sampah sudah jauh lebih besar dari apa yang bisa kita tanggulangi dengan cara lama, dan jangan sampai benar-benar menjadi tidak terkendali,” kata Fadli.

Ia juga membandingkan kondisi Indonesia dengan China pada awal 2000-an, ketika negara tersebut menghadapi krisis sampah serupa dengan tingkat pendapatan per kapita yang disebut relatif sama. Menurutnya, China kemudian menjalankan program besar-besaran waste to energy yang berkembang dengan lebih dari 1.000 fasilitas, mayoritas menggunakan teknologi mechanical grate incinerator.

Fadli menuturkan teknologi insinerasi modern yang akan diterapkan di Indonesia memiliki standar pembakaran yang sangat sempurna serta sistem penyaringan berlapis yang ketat. Ia menyebut standar emisi yang diterapkan bahkan lebih ketat dibandingkan regulasi Uni Eropa, sebagai komitmen Danantara untuk menjaga aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.