Surabaya — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan peran media sebagai pilar penting dalam menjaga arah demokrasi dan membangun kepercayaan publik, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika zaman.
Menurut Emil, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai kabar. Ia menilai media turut menopang masyarakat agar tetap demokratis, produktif, dan konstruktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Emil dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan media pada bulan Ramadan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Emil menekankan bahwa kekuatan media terletak pada kedalaman pemberitaan. Ia menyebut kecepatan penyampaian informasi perlu diimbangi dengan kematangan intelektual dan kekuatan substansi. Media yang mampu memahami isu secara utuh, mulai dari aspek hukum, politik, ekonomi, hingga sosial, dinilainya akan menghasilkan pemberitaan yang berkualitas.
Dari pemberitaan yang berkualitas itulah, Emil menyatakan, kepercayaan publik dapat dibangun.
Ia juga menegaskan hubungan pemerintah dan media tidak semestinya berjalan sendiri-sendiri. Keduanya, kata Emil, perlu hadir dalam irama kolaboratif yang sehat dan saling menguatkan.
Emil mengakui, dalam banyak situasi, media kerap menjadi pintu awal munculnya informasi dari lapangan. Pertanyaan kritis, laporan cepat, dan sorotan media disebutnya dapat membantu pemerintah membaca situasi lebih dini.
“Ini bukan hal yang mengganggu. Justru menjadi bentuk sinergi,” ujarnya.
Untuk mendukung komunikasi yang lebih terbuka dan terstruktur, Emil mendorong forum-forum seperti media briefing agar informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tetapi juga utuh dan mendalam.

