Dukungan Bibit, Ternak, dan Penyuluhan Bantu Warga H’Mông di Sính Phình Keluar dari Kemiskinan

Dukungan Bibit, Ternak, dan Penyuluhan Bantu Warga H’Mông di Sính Phình Keluar dari Kemiskinan

Sejumlah rumah tangga etnis minoritas di Komune Sính Phình, Provinsi Điện Biên, mencatat kemajuan dalam pengentasan kemiskinan melalui model dukungan mata pencaharian. Program ini mencakup penyediaan bibit dan ternak, disertai pendampingan petugas penyuluh pertanian komune terkait perawatan tanaman serta pencegahan dan pengobatan penyakit musiman pada ternak.

Kepala Desa Trung Thu, Thào A Lỳ, mengaku masih gembira ketika mengingat kabar bahwa tiga keluarga di desanya akan diakui sebagai keluarga yang berhasil keluar dari kemiskinan pada 2025. Ia menunjuk salah satu rumah baru beratap seng hijau milik Cứ A Páo dan istrinya.

Menurut A Lỳ, beberapa tahun lalu keluarga A Páo masih tergolong miskin. Kondisi itu diperberat dengan anak-anak yang sering sakit, sehingga beban hidup keluarga semakin berat. Warga desa sempat berulang kali membantu dengan cara yang mereka mampu, seperti memberikan ayam atau beberapa kilogram beras. Namun, mereka kemudian menilai bantuan semacam itu belum cukup untuk menjadi penopang jangka panjang.

Lima tahun lalu, saat pemerintah desa menerapkan model dukungan mata pencaharian dengan dana dari program sasaran nasional, warga Desa Trung Thu meminta agar keluarga A Páo diprioritaskan. Keluarga tersebut kemudian mengikuti sejumlah kegiatan produksi, seperti beternak ayam dan kerbau, menanam kacang tanah, serta menanam jagung. Berkat kerja keras dan ketekunan, hasil tanaman dan ternak mereka disebut telah memberikan keuntungan ekonomi.

Seiring waktu, keluarga A Páo mengembangkan pengetahuan budidaya dan pemeliharaan ternak yang diperoleh untuk memperkuat usaha mereka. Kini mereka memiliki ternak kerbau, sapi, babi, dan ayam yang memenuhi kandang, serta mampu mengumpulkan aset ekonomi yang lebih baik. Tahun lalu, dengan bantuan warga desa, keluarga ini membangun rumah yang lebih luas. Pada akhir 2025, keluarga A Páo dijadwalkan resmi diakui oleh komune sebagai keluarga yang keluar dari kemiskinan dan menjadi contoh bagi warga H’Mông di Desa Trung Thu.

Dua keluarga lain dari Desa Trung Thu, yakni Cứ A Phống dan Thào A Tềnh, juga diakui keluar dari kemiskinan pada 2025. Keduanya disebut sebagai kepala keluarga muda yang bertekad memperbaiki kehidupan. Ketika menerima dukungan dan sumber daya dari program pengentasan kemiskinan berkelanjutan, mereka memandangnya sebagai “pengungkit” untuk meningkatkan taraf hidup.

A Lỳ menjelaskan, Desa Trung Thu memiliki 69 keluarga dan seluruhnya merupakan etnis H’Mông yang telah hidup turun-temurun di kawasan pegunungan berbatu. Ia menggambarkan tantangan yang dihadapi warga, mulai dari kekurangan air pada musim kemarau, cuaca dingin pada musim dingin, hingga situasi kelaparan dan kemiskinan yang berlangsung lama. Meski demikian, ia menekankan bahwa warga tidak menyerah pada cita-cita untuk keluar dari kemiskinan.

Dengan dukungan berbagai program dan proyek, desa tersebut menyaksikan semakin banyak keluarga keluar dari kemiskinan dan mulai memiliki tabungan. Pada awal 2025, terdapat 15 keluarga yang masuk daftar rumah tangga miskin, dan pada akhir tahun jumlahnya berkurang menjadi 12 keluarga.

Ketua Komite Rakyat Komune Sính Phình, Vu Duc Bieu, menyampaikan bahwa dalam setahun terakhir komune mencatat penurunan angka kemiskinan. Ia menyebut, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terdapat masa jeda pelaksanaan proyek ketika pemerintah daerah menata ulang dan merampingkan struktur sesuai model pemerintahan daerah dua tingkat. Setelah mulai beroperasi pada 1 Juli 2025, komune menugaskan setiap pejabat dan pegawai negeri untuk mengawasi wilayah masing-masing, membimbing, dan mendorong warga mempertahankan model produksi serta pembangunan ekonomi yang sedang dijalankan.

Pemerintah komune juga melakukan survei untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat, guna menentukan jenis ternak dan tanaman yang akan digunakan dalam model dukungan mata pencaharian dan pengurangan kemiskinan sesuai rencana 2025.

Dalam waktu kurang dari lima bulan, Sính Phình menyelesaikan model dukungan mata pencaharian yang telah berjalan sebelumnya, serta menjalankan prosedur perbaikan dan peningkatan saluran irigasi Chieu Tinh 1. Komune juga melaksanakan proyek bantuan ayam kampung bagi masyarakat miskin dengan total anggaran lebih dari 800 juta VND.

Menurut data komune berdasarkan standar dan kriteria kemiskinan, dalam setahun terakhir sebanyak 83 keluarga etnis minoritas H’Mông di Sính Phình diakui keluar dari kemiskinan. Capaian ini menurunkan tingkat kemiskinan dan hampir miskin di komune tersebut menjadi 30,91%, turun 5,51% dibandingkan 2024.

Vu Duc Bieu menambahkan, setelah menerima keputusan pengakuan keluar dari kemiskinan, banyak keluarga secara proaktif menyusun rencana produksi dan mencari pekerjaan musiman agar tidak ada periode panjang menganggur. Ia menilai perubahan kesadaran dan tanggung jawab warga menjadi salah satu pendorong penting bagi Sính Phình untuk bergerak menuju pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan.