Dubes Timor-Leste: Pemilu Vietnam 15 Maret Diharapkan Berlangsung Damai dan Demokratis

Dubes Timor-Leste: Pemilu Vietnam 15 Maret Diharapkan Berlangsung Damai dan Demokratis

Vietnam tengah mempersiapkan pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16 serta perwakilan Dewan Rakyat untuk periode 2026–2031. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Demokratik Timor-Leste untuk Vietnam menilai proses tersebut sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial-ekonomi Vietnam, sekaligus mencerminkan praktik demokrasi dengan karakter masing-masing negara.

Menurut Dubes, demokrasi merupakan konsep universal yang diterapkan secara global, namun setiap negara memiliki norma, standar, dan sistem pemilu yang berbeda. Dalam pengamatannya terhadap sistem dan proses pemilu di Vietnam, ia menyebut Vietnam memiliki mekanisme seleksi yang ketat, andal, dan representatif.

Ia juga menyinggung Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-14 yang disebut berlangsung pada 19–23 Januari 2026. Dalam pandangannya, kongres tersebut memilih para pemimpin yang cakap serta menetapkan visi yang kuat dan realistis agar Vietnam dapat mencapai target menjadi negara maju dalam 20 tahun mendatang.

Terkait pemungutan suara yang dijadwalkan pada 15 Maret, Dubes menyatakan keyakinannya bahwa warga Vietnam berusia 18 tahun ke atas akan menggunakan hak pilih untuk memilih pemimpin bagi Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di semua tingkatan. Ia berharap pemilihan tersebut berlangsung damai, penuh kepercayaan, dan demokratis.

Dalam konteks dunia yang dinilai menghadapi perubahan tak terduga, Dubes menyebut kepemimpinan yang terbentuk melalui Kongres Nasional Partai ke-14 dan pemilu Majelis Nasional serta Dewan Rakyat periode 2026–2031 dapat membuka peluang baru bagi Vietnam untuk mewujudkan tujuan strategis jangka panjang.

Ia menilai perkembangan Vietnam dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan peta jalan pembangunan yang jelas dan teguh, menghasilkan capaian pembangunan yang disebutnya “eksplosif dan berkelanjutan”. Dubes menyatakan keyakinannya Vietnam akan mencapai tonggak pembangunan yang ditetapkan dan memasuki era pembangunan baru, serta berpotensi menjadi pilar ekonomi yang kokoh di kawasan.

Mengenai signifikansi pemilu bagi citra Vietnam di tingkat kawasan dan global, Dubes mengaitkannya dengan pengalaman diplomatiknya sejak bertugas pada Juni 2024. Ia mengaku menghadiri berbagai forum internasional di Vietnam, mulai dari forum ASEAN hingga kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk upacara pembukaan penandatanganan Konvensi PBB tentang Kejahatan Siber di Hanoi, yang juga disebut sebagai Konvensi Hanoi.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan Vietnam sebagai negara cinta damai yang mampu menjadi tuan rumah dan memimpin forum internasional. Ia menambahkan, para pemimpin yang mewakili rakyat—yang terpilih melalui Kongres Partai dan pemilu 15 Maret—dapat terus meningkatkan posisi Vietnam di panggung internasional. Ia juga menilai Vietnam berada dalam posisi kuat untuk mengorganisasi forum yang membahas isu-isu global, termasuk perang dan konflik, dengan merujuk pada fondasi kebijakan keamanan dan pertahanan “empat larangan” yang disebut konsisten dipilih Vietnam.

Dalam bagian lain, Dubes menyampaikan harapannya terhadap hubungan Timor-Leste dan Vietnam setelah agenda politik penting di Vietnam tersebut. Ia menyebut kedua negara memiliki sejarah dan semangat revolusioner yang sama dalam perjuangan kemerdekaan, sehingga kerja sama dinilai perlu diperkuat melalui kunjungan tingkat tinggi secara berkala.

Ia mengatakan Timor-Leste, sebagai negara muda, perlu belajar dari pengalaman Vietnam yang dinilainya berhasil mencatat kemajuan besar dalam pembangunan ekonomi dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Sebagai duta besar, ia menyebut perannya sebagai jembatan untuk mendekatkan kedua negara.

Dubes juga menyebut bahwa dalam lebih dari satu setengah tahun sejak ia tiba di Vietnam, Presiden Timor-Leste telah dua kali berkunjung ke Vietnam, disertai kunjungan para pemimpin dan menteri lainnya. Ia menambahkan Vietnam sedang bersiap membuka kedutaan besar di Timor-Leste, serta sejumlah pemimpin Timor-Leste disebut akan kembali berkunjung untuk melihat dan mempelajari perkembangan Vietnam secara langsung.

Ia menuturkan Timor-Leste masih menghadapi banyak tantangan dan membutuhkan waktu. Dengan sumber daya seperti minyak dan gas, ia menilai pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia secara bertahap untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat akan menjadi prioritas dalam kerja sama dengan Vietnam.

Di akhir pernyataannya, Dubes kembali menyampaikan keyakinan bahwa Vietnam akan segera menjadi pilar kokoh di ASEAN. Ia juga berharap rakyat Vietnam dapat memilih perwakilan yang paling layak untuk memimpin negara dalam mewujudkan visi strategis yang telah ditetapkan.