Dr. Tifa Nilai Polemik Publik dan Tekanan Politik Berpengaruh pada Kondisi Psikologis Jokowi

Dr. Tifa Nilai Polemik Publik dan Tekanan Politik Berpengaruh pada Kondisi Psikologis Jokowi

JAKARTA — Ahli neurosains perilaku Dr. Tifa menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tengah menghadapi tekanan psikologis serius di tengah menguatnya berbagai isu politik dan personal, termasuk polemik ijazah yang terus bergulir di ruang publik.

Menurut Dr. Tifa, tekanan yang berlapis dan berlangsung berkepanjangan berpotensi memengaruhi stabilitas emosional serta pola pengambilan keputusan. Ia menyebut terdapat indikasi gangguan konsolidasi antara fungsi kognitif dan emosi akibat stres yang terus-menerus.

“Ketika konsolidasi kecerdasan dan emosi terganggu, keputusan menjadi reaktif dan tidak sistematis,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari tayangan Youtube Refly Harun, Ahad, 27 Desember 2025.

Dr. Tifa juga menyinggung kemungkinan munculnya kembali penyakit autoimun sebagai refleksi tekanan psikologis yang tinggi. “Flare up menandakan stresor meningkat luar biasa,” katanya.

Ia menilai isu kesehatan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan tekanan politik pascapemilu serta sorotan publik yang semakin intens. Dalam pandangannya, polemik ijazah telah membentuk tekanan psikologis berkelanjutan yang memengaruhi posisi politik Jokowi di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Dr. Tifa menyoroti pergeseran pusat kekuasaan nasional yang dinilai membuat posisi Jokowi semakin melemah, termasuk dinamika yang melibatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Situasi ini menunjukkan perubahan konfigurasi kekuasaan yang signifikan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Dr. Tifa mendorong Jokowi untuk bersikap terbuka dan menghadapi berbagai persoalan secara transparan. “Akui dan biarkan semua berjalan secara natural,” pungkasnya.