PEKANBARU — Diskusi mengenai pentingnya psikologi politik bagi generasi milenial menjadi perhatian dalam obrolan Spada RRI Pro 2 Pekanbaru, Selasa (10/9/2024). Pembahasan menghadirkan Dekan Fakultas Psikologi Dr. Kusnadi, M.Pd, bersama Dr. Khairil Anwar, MA, dosen Fakultas Psikologi, serta M. Luthfi Amri, Ketua DEMA Fakultas Psikologi UIN Suska Riau.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Kusnadi menjelaskan bahwa psikologi politik mencakup pemahaman tentang mental dan watak kepribadian yang berakhlak sosial. Ia menekankan bahwa tujuan politik semestinya tidak berhenti pada upaya meraih kekuasaan, melainkan juga mendidik masyarakat agar memahami kekuasaan itu sendiri.
Menurutnya, politik tidak dapat dipisahkan dari tiga unsur penting, yakni tujuan berpolitik, isi yang disampaikan, dan teknik berpolitik. “Politik tidak bisa lepas dari tiga hal penting: tujuan berpolitik, isi yang disampaikan, dan teknik berpolitik,” ujarnya.
Ia berharap pemahaman tersebut dapat membantu generasi milenial menempatkan diri secara tepat dalam kehidupan politik. “Dengan pemahaman ini, diharapkan generasi milenial dapat memposisikan diri secara benar dalam politik,” tuturnya.
Sementara itu, M. Luthfi Amri menyoroti risiko jika budaya politik tertentu dibiarkan berkembang. Ia mengingatkan bahwa dampaknya dapat merugikan generasi mendatang. “Jika budaya ini terus berkembang, dampaknya terhadap generasi mendatang bisa sangat merugikan,” kata Luthfi.

