Musik kian lazim digunakan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kekecewaan personal hingga isu sosial dan kritik politik. Sejumlah musisi dan band pun dikenal konsisten menghadirkan karya bertema kritik sosial, bahkan beberapa di antaranya turut hadir dalam momen demonstrasi untuk memberi semangat dan ikut beraksi.
Salah satu nama yang kerap dikaitkan dengan isu sosial adalah Efek Rumah Kaca (ERK). Band asal Jakarta yang beranggotakan Cholil, Poppie, Reza, dan Akbar ini disebut sering hadir lewat lagu-lagu yang liriknya dianggap mewakili rasa sakit hati serta kekecewaan publik terhadap persoalan sosial yang berulang. Karya ERK juga beberapa kali dilibatkan dalam produksi acara, termasuk program talk show yang familiar seperti Mata Najwa. Dalam program tersebut, ERK berkolaborasi dengan Najwa Shihab untuk membuat lagu yang digunakan sebagai soundtrack, yakni “Seperti Rahim Ibu”. ERK juga disebut setia hadir dalam beberapa momen demonstrasi, baik tampil di panggung maupun memberi semangat.
Selain itu, ada Ananda Badudu yang kerap hadir dalam aksi demonstrasi dengan membawa nama dirinya sendiri, terpisah dari grup musiknya, Banda Neira. Ia disebut sering terlihat ikut beraksi dalam beberapa momen. Ananda Badudu juga dikenal sebagai jurnalis yang aktif mengkritisi isu sosial sejak lama.
Nama lain yang menonjol adalah .Feast, grup musik rock yang dikenal fokus mengangkat isu sosial melalui pemikiran kritis. Band ini beranggotakan Baskara Putra, Adnan S.P, Dicky Renanda, F. Fikriawan, dan Adrianus Aristo Haryo. Pada 13 Juli 2018, .Feast merilis single “Peradaban” sebagai single utama untuk album kedua yang akan datang. Lagu tersebut dikenal lewat lirik yang bercerita tentang perlawanan terhadap berbagai ketidakadilan dalam kehidupan sosial.
Di jalur yang sama, The Brandals juga lama dikenal membawa lirik-lirik kritis ke berbagai panggung. Band yang digawangi Eka Annash dan kawan-kawan ini disebut kerap terlihat hadir dalam sejumlah aksi demonstrasi. Eka Annash juga disebut aktif bersuara di media sosial dan mengunggah aktivitas aksinya melalui platform tersebut.
Deretan nama ini menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menyampaikan kritik sosial, baik melalui karya rekaman maupun keterlibatan langsung dalam berbagai ruang publik.