Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali menjadi sorotan publik di tengah proses hukum yang menjeratnya. Penahanannya di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat dialihkan menjadi tahanan rumah, sebelum ia kembali ke Gedung KPK Merah Putih pada Selasa, 24 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.
Status Yaqut berubah menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026. Ia merupakan tersangka dalam kasus korupsi kuota haji 2023–2024. Peralihan status penahanan tersebut terjadi setelah pihak keluarga memohon kepada KPK pada 17 Maret 2026.
Di tengah perhatian publik terhadap kasusnya, nama pria yang kerap disapa Gus Yaqut itu juga kembali dikaitkan dengan sejumlah informasi palsu yang beredar di media sosial. Berikut beberapa hoaks yang pernah muncul dan kembali beredar, berdasarkan rangkuman kanal pemeriksa fakta.
1. Hoaks artikel yang mengklaim Yaqut meminta KPK menahan Jokowi
Beredar sebuah unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel dengan klaim bahwa Yaqut meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera ditahan KPK karena disebut menerima uang suap Rp2 triliun. Unggahan itu beredar sejak awal pekan dan salah satunya ditemukan di Facebook, diposting pada 3 Februari 2026.
Dalam unggahan tersebut tercantum judul: “Yaqut Cholil: Saya Kalau Ditahan KPK Pak Jokowi segera Juga Ditahan Pak Jokowi Banyak Menerima Uang Suap Dua Triliun Dari Saya Nota Transferannya sudah saya Serahkan KPK kenapa saya saja yang Jadi Tersangka.” Pengunggah juga menambahkan narasi: “Negara korup berikutnya..”
2. Hoaks klaim petinggi Ansor meminta sholat Jumat dipindah ke Sabtu
Hoaks lain yang beredar di media sosial menyebut petinggi Ansor meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memindahkan sholat Jumat ke hari Sabtu. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook dan diposting pada 22 Februari 2023.
Unggahan itu menampilkan gambar artikel berjudul “Petingi Ansor minta Ke menteri yakut sholat Jumat pindah di hari Sabtu.” Pengunggah menambahkan narasi panjang yang di antaranya menyebut klaim pergeseran hari dan diakhiri dengan kalimat: “Saya bisa bicara begini karena dulu waktu SD sangat menyukai pelajaran mengarang, akhirnya saya bisa mengarang cerita ini.”
3. Hoaks klaim Yaqut akan membangun kiblat baru di China
Informasi palsu lainnya menarasikan bahwa Yaqut akan membangun “kiblat baru” untuk umat Islam Nusantara di China. Unggahan semacam ini ditemukan beredar di Facebook dan salah satunya diposting pada 18 April 2022.
Dalam unggahan tersebut ditampilkan judul yang diklaim berasal dari Sindonews.com: “Menag Yaqut: Saya Pastikan Pembangunan Kiblat Yang baru Untuk Umat Islam Nusantara. Akan Segera Di Bangun Dan Kami Sudah Bekerja Sama dgn Pemerintahan China. Dan Lokasi Pembangunannya Bertempat di China.” Pengunggah menambahkan narasi: “Makin menjadi jadi ni orang 1.Menag rasa komunis......”
Rangkaian klaim di atas menunjukkan bagaimana isu yang menyeret nama tokoh publik kerap dimanfaatkan sebagai bahan disinformasi di media sosial, terutama saat yang bersangkutan tengah menjadi perhatian luas.

