Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada rencana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons isu yang beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Isu perubahan nama tersebut mencuat setelah peringatan Milangkala Tatar Sunda, yang puncak kegiatannya digelar pada 18 Mei 2026. Menurut Dedi, narasi mengenai rencana pergantian nama provinsi merupakan cerita yang dibuat pihak lain.
“Ada yang melempar wacana, membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain,” ujar Dedi pada Selasa (20/5/2026).
Dedi menekankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan tetap fokus menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, bukan membahas perubahan nama wilayah. “Namanya tetap Jawa Barat,” tegasnya.
Selain meluruskan isu tersebut, Dedi juga mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap rangkaian kegiatan budaya Milangkala Tatar Sunda. Ia menilai peringatan itu dapat menjadi momentum untuk mengingat identitas, asal-usul, serta arah pembangunan masyarakat Sunda dan Jawa Barat ke depan.
“Ini adalah spirit bagi kita semua untuk terus mengingat kembali siapa diri kita, berasal dari mana dan hendak ke mana pembangunan yang dilakukan,” katanya.
Dedi menambahkan, identitas budaya merupakan kekuatan penting dalam membangun visi dan misi masa depan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus beraktivitas dan berkarya demi kebaikan keluarga serta masyarakat luas.
“Sehat, sukses selalu dan terus beraktivitas untuk kebaikan kehidupan kita, keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.