Daftar Hoaks Bansos PKH yang Ramai di Facebook: Tautan Cek Status hingga Pendaftaran 2026

Daftar Hoaks Bansos PKH yang Ramai di Facebook: Tautan Cek Status hingga Pendaftaran 2026

Program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial, terutama Facebook. Sejumlah unggahan menampilkan tautan yang diklaim sebagai akses untuk mengecek status penerima atau mendaftar bansos PKH, termasuk yang dikaitkan dengan penyaluran pada 2026.

Salah satu hoaks yang ditemukan berupa klaim tautan untuk mengecek status bansos PKH 2026 melalui Telegram. Unggahan yang beredar sejak 15 Maret 2026 itu mencantumkan tautan dan disertai poster bertuliskan ajakan “cukup pakai ponsel” untuk mendapatkan pencairan bansos dengan nominal Rp500.000 hingga Rp2.500.000, serta imbauan “daftar online sekarang”.

Dalam unggahan tersebut terdapat menu pendaftaran. Saat diklik, pengguna diarahkan ke sebuah halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, mulai dari nama hingga nomor Telegram.

Hoaks lain yang juga beredar mengatasnamakan pendaftaran bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode Januari dan Februari 2026. Informasi ini diunggah akun Facebook sejak 22 Januari 2026 dengan narasi ajakan agar warga yang “belum dapat” segera mendaftar dan menekankan “pendaftaran gratis”.

Unggahan itu disertai poster berjudul “Jadwal PKH & BNPT Januari 2026” serta klaim terkait bantuan PKH dan BPNT. Sama seperti pola sebelumnya, terdapat menu daftar yang ketika diklik mengarah ke situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram.

Selain itu, beredar pula klaim tautan pendaftaran PKH dan BPNT yang disebut “cair Januari 2026”. Unggahan yang muncul pada 14 Januari 2026 menyertakan narasi panjang tentang penyaluran bantuan dan menyediakan menu pendaftaran. Tautan tersebut mengarah ke halaman yang meminta data provinsi dan nomor Telegram.

Kanal Cek Fakta Liputan6.com mencatat rangkaian unggahan tersebut sebagai hoaks yang mencatut program bansos PKH dan BPNT, dengan pola serupa: mengarahkan pengguna ke tautan tertentu dan meminta data pribadi melalui formulir digital.