Cek Fakta: Video Rudal Iran Mengejar dan Meledakkan Jet Tempur AS Ternyata Cuplikan Gim

Cek Fakta: Video Rudal Iran Mengejar dan Meledakkan Jet Tempur AS Ternyata Cuplikan Gim

Sebuah video yang diklaim memperlihatkan rudal Iran menghancurkan jet tempur Amerika Serikat beredar di Instagram, Threads, dan Facebook pada 2 Maret 2026. Rekaman itu menampilkan sebuah rudal yang mengejar pesawat tempur dengan jejak kondensasi di angkasa. Di akhir klip, rudal terlihat menghantam badan pesawat hingga dua awaknya tampak terlontar.

Narasi yang menyertai unggahan menyebut peristiwa tersebut merupakan momen saat Iran melumpuhkan armada udara Amerika Serikat dalam serangan perdana pada 28 Februari 2026. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim itu tidak benar.

Dalam verifikasinya, Tempo menelusuri asal-usul video menggunakan pencarian gambar terbalik. Hasil penelusuran mengarah pada kesimpulan bahwa rekaman itu bukan dokumentasi perang, melainkan cuplikan video gim.

Video yang sama ditemukan pada akun TikTok games4642 yang diunggah pada 9 Januari 2026. Unggahan tersebut menyertakan tagar #games dan #pubgmobile, yang mengindikasikan konten itu merupakan klip permainan elektronik. Akun tersebut juga memuat sekitar 35 konten lain yang seluruhnya menampilkan simulasi perang udara dan laut.

Tempo turut mencatat kemiripan bentuk pesawat dalam video dengan beberapa ciri visual tertentu, seperti tiga sirip pada ekor, dua mesin jet pendorong, elemen menyerupai bahu kanan dan kiri, sayap dengan potongan depan zig-zag, serta bagian kepala yang mirip ujung amunisi jenis tertentu.

Dalam konteks jenis pesawat, Tempo merujuk informasi dari situs Museum Angkatan Udara AS (USAF) yang menyebut McDonnell Douglas F-4C Phantom II melakukan penerbangan perdana pada Mei 1958 sebagai armada tempur Angkatan Laut AS. Angkatan Udara AS mulai mengoperasikannya pada Mei 1963. Pesawat ini pernah menjadi tulang punggung dalam Perang Vietnam (1965) dan Perang Arab-Israel (1973), serta mampu mengangkut hingga 16 rudal. Namun, menurut catatan ensiklopedia Britannica, produksinya resmi dihentikan pada 1979.

Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut Iran masih mengandalkan F-4 Phantom hingga saat ini. Di sisi lain, pantauan Al Jazeera tidak menemukan nama F-4 Phantom dalam daftar jet tempur yang dikerahkan Amerika Serikat untuk menghadapi Iran dalam konflik terbaru.

Berdasarkan rangkaian verifikasi tersebut, Tempo menyimpulkan klaim yang menyatakan video itu merupakan rekaman rudal Iran yang berhasil memburu dan menghancurkan jet tempur AS adalah keliru.