Cek Fakta: Video Menkeu Purbaya Disebut Umumkan Bantuan Lansia Ternyata Hoaks

Cek Fakta: Video Menkeu Purbaya Disebut Umumkan Bantuan Lansia Ternyata Hoaks

Sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan narasi seolah-olah mengumumkan bantuan untuk lansia beredar di Facebook. Unggahan tersebut muncul pada 4 April 2026 dan disertai ajakan untuk menghubungi nomor WhatsApp yang disebut sebagai “bendahara”, dengan klaim hanya untuk “20 orang terpilih”.

Dalam video itu, terdengar suara yang mengatasnamakan Purbaya dan berisi kalimat persuasif, termasuk ajakan agar penonton tidak melewati video karena disebut bisa menjadi “rezeki”, serta imbauan mengikuti akun tersebut. Pada tampilan unggahan juga terdapat tulisan yang mengarahkan lansia untuk menghubungi “bendahara”.

Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut tidak berkaitan dengan pengumuman bantuan untuk lansia. Potongan visual pada video identik dengan kegiatan Purbaya pada 11 dan 12 November 2025, sebagaimana terlihat pada unggahan akun TikTok @purbayayudhis serta akun Instagram @menkeuri.

Pada unggahan TikTok 11 November 2025, Purbaya menyampaikan dirinya meninjau pelaksanaan tugas dan layanan Bea Cukai Tanjung Perak. Ia melihat proses pemeriksaan fisik barang ekspor-impor di longroom atau tempat pemeriksaan barang di Pelabuhan Petikemas.

Sementara pada unggahan 12 November 2025 yang juga identik dengan video klaim, Purbaya menyampaikan pesan penyemangat kepada jajaran Bea dan Cukai, termasuk pernyataan: “Untuk teman-teman Bea dan Cukai, semangat. Anda ada di titik terdepan untuk menjaga keutuhan integritas pasar dalam negeri dari produk-produk ilegal.”

Penelusuran juga dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi konten buatan AI melalui situs Hive Moderation. Hasilnya, video menunjukkan indikasi 12,1 persen buatan AI, sedangkan audionya terdeteksi 99,2 persen dihasilkan oleh AI.

Dengan temuan tersebut, klaim bahwa video itu merupakan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengumumkan bantuan untuk lansia dinyatakan tidak benar. Video yang beredar merupakan hoaks dan memanfaatkan audio buatan AI.