Sebuah video yang beredar di platform YouTube menampilkan rekaman ledakan gunung berapi dan diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau. Video tersebut diunggah pada 8 April 2024.
Namun, klaim bahwa video itu menunjukkan erupsi Gunung Anak Krakatau pada April 2024 tidak benar. Informasi yang dibacakan narator dalam video tersebut diketahui mengambil narasi dari artikel Antaranews.com berjudul “Gunung Anak Krakatau kembali meletus luncurkan abu setinggi 800 meter”. Artikel itu telah dipublikasikan pada 3 Desember 2023.
Selain itu, video yang diunggah di YouTube tidak mencantumkan tanggal pasti terjadinya peristiwa dalam rekaman dan hanya membacakan sebagian besar narasi dari artikel tersebut.
Kesimpulannya, video yang diunggah pada 8 April 2024 itu merupakan unggahan ulang yang memanfaatkan berita lama, yaitu peristiwa yang terjadi pada 3 Desember 2023.

