Sebuah video berdurasi sekitar tujuh detik beredar di Facebook dan diklaim sebagai rekaman detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500. Dalam video itu terlihat suasana di dalam kabin pesawat dengan lampu berkedip dan terdengar teriakan penumpang. Unggahan tersebut juga menampilkan bagian mesin pesawat yang tampak berputar di sekitar turbin, sehingga memperkuat kesan adanya kondisi darurat.
Narasi yang menyertai unggahan menyebut video itu direkam oleh salah satu penumpang, dengan keterangan tambahan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Klaim ini kemudian memicu kekhawatiran publik dan menyebar luas, dikaitkan dengan kabar kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang disebut terjadi pada Januari 2026.
Namun, hasil penelusuran tim Cek Fakta Antara menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar ternyata merupakan rekaman lama dari insiden penerbangan maskapai lain yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.
Berdasarkan penelusuran, video itu identik dengan unggahan Global News berjudul “Delta jet engine’s nose cone comes loose during flight”. Rekaman tersebut mendokumentasikan insiden penerbangan Delta dari Atlanta menuju Baltimore yang melakukan pendaratan darurat di Raleigh, Carolina Utara, pada 8 Juli 2019.
Dalam laporan itu dijelaskan bahwa bagian penutup mesin pesawat mengalami masalah di tengah penerbangan. Video direkam oleh seorang penumpang bernama Logan Webb yang merekam kondisi mesin disertai suara gesekan keras selama kejadian berlangsung.
Global News juga melaporkan seluruh penumpang dalam insiden tersebut selamat dan tidak mengalami luka fisik, meski mengalami guncangan emosional akibat situasi darurat.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai rekaman jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada 2026 dinyatakan tidak sesuai fakta. Video itu merupakan dokumentasi insiden penerbangan Delta Air Lines pada 2019 yang mengalami masalah mesin dan berakhir dengan pendaratan darurat.

