Sebuah unggahan video di Facebook menyebar dengan klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan membagikan bantuan Rp 50 juta kepada warganet yang menulis komentar tertentu. Unggahan tersebut beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun bernama “Bapak Aing” mengunggah video itu pada 9 Januari 2026. Dalam unggahannya, terdapat narasi yang meminta pengguna tidak melewati video, mengikuti akun, serta menuliskan “amin” di kolom komentar agar mendapat “rezeki yang tak disangka-sangka” dan urusan dimudahkan. Akun tersebut juga menambahkan keterangan, “Yang butuh bantuan dari saya Rp 50.000.000 jt Silakan tulis amin di komentar dan folow akun ini Insya allah saya bantu.”
Di kolom komentar, pemilik akun turut membagikan nomor WhatsApp untuk mendata masyarakat yang menginginkan bantuan.
Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Video yang digunakan dalam unggahan Facebook itu identik dengan video yang pernah diunggah Dedi Mulyadi di akun Instagram terverifikasi miliknya, @dedimulyadi71, pada 30 Agustus 2025.
Dalam video aslinya, Dedi Mulyadi membahas permintaan agar masyarakat tidak membakar gedung dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung saat itu. Video tersebut disertai narasi, “Mari hentikan. Negara dan bangsa sudah rugi besar. Yang susah, kita-kita juga.” Tidak ada pernyataan mengenai pembagian uang Rp 50 juta melalui komentar Facebook.
Di Facebook, Dedi Mulyadi juga memiliki akun terverifikasi bernama “Kang Dedi Mulyadi” dengan lebih dari 14 juta pengikut.
Penelusuran menggunakan situs pendeteksi AI Hive Moderation menunjukkan konten pada unggahan yang beredar itu 61 persen merupakan modifikasi AI.
Selain itu, masyarakat diimbau berhati-hati terhadap permintaan data pribadi melalui nomor yang tidak dikenal dengan iming-iming bantuan. Tindakan tersebut berisiko memicu pencurian data hingga mengarah pada penyalahgunaan seperti keterhubungan dengan pinjaman online ilegal.

