Penelusuran cek fakta tidak menemukan informasi valid terkait klaim yang menyebut Presiden Prabowo memerintahkan TNI dan Polri menangkap semua masyarakat Aceh. Klaim tersebut dinyatakan tidak didukung data atau keterangan yang dapat diverifikasi.
Di tengah beredarnya klaim itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan situasi pascakericuhan dalam peringatan Hari Damai Aceh telah terkendali. Ia mengatakan jajaran kepolisian telah mengambil langkah-langkah untuk meredakan kondisi di sejumlah wilayah.
"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran sudah melakukan langkah-langkah dan situasinya seluruhnya sudah terkendali," kata Listyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan tidak ada penambahan personel TNI Angkatan Darat setelah kericuhan tersebut. Menurutnya, kondisi di Aceh saat ini sudah kondusif.
"Baik, iya. Enggak perlu. Katanya saya sudah tanya sampai tadi pagi saya cek, Pangdam tidak perlu," jelas Maruli.
Maruli juga menegaskan TNI AD tetap mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan di Aceh, termasuk dalam proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai bersalah.
"Ya kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum gitu," ujar Maruli.