Cek Fakta: Klaim “Super Flu” Lebih Parah dari Covid-19 Disebut Tidak Benar

Cek Fakta: Klaim “Super Flu” Lebih Parah dari Covid-19 Disebut Tidak Benar

Sebuah unggahan video di Facebook pada 2 Januari 2026 memuat klaim bahwa “super flu” sudah masuk Indonesia dan disebut lebih parah dari Covid-19. Dalam video tersebut juga terdapat narasi yang menekankan kewaspadaan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta, serta menyebut langkah pencegahan seperti vaksinasi influenza, menjaga kebersihan, memakai masker, dan menjaga daya tahan tubuh.

Namun, hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyimpulkan klaim bahwa “super flu” lebih parah dari Covid-19 tidak benar. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul “Menkes Budi Pastikan Super Flu H3N2 Bukan Virus Mematikan seperti COVID-19” yang dimuat pada 3 Januari 2025.

Dalam artikel tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa influenza A (H3N2) subclade K—yang disebut sebagai “super flu”—bukanlah virus baru. Ia juga menegaskan virus tersebut tidak bersifat mematikan seperti Covid-19 maupun tuberkulosis (TBC).

Menkes menambahkan, virus influenza H3N2 sudah lama beredar dan memiliki karakteristik seperti flu musiman pada umumnya. Menurutnya, penyakit ini bisa menyerang seseorang lebih dari sekali, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.

Berdasarkan keterangan tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menyatakan unggahan yang mengklaim “super flu” lebih parah dari Covid-19 adalah salah.