Bupati Malinau Wempi W. Mawa menghadiri Silaturahmi Organisasi Wanita PKK dan GOW Kabupaten Malinau Tahun 2026 yang digelar di Guest House Bupati Malinau, Sabtu (31/1/2026) malam. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama umat Nasrani yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wempi menekankan peran strategis perempuan, baik dalam keluarga maupun dalam organisasi. Ia menyebut perempuan dapat menjadi teladan bagi lingkungan terdekatnya serta berkontribusi membentuk karakter keluarga dan mendorong kemajuan komunitas.
Wempi juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah perubahan global dan nasional. Ia menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi ekonomi yang kian menantang, termasuk keterbatasan sejumlah daerah dalam membiayai pembangunan dan memenuhi kewajiban yang diatur undang-undang. Menurutnya, situasi tersebut perlu dihadapi melalui kerja sama pemerintah, organisasi wanita, dan masyarakat.
Selain aspek ekonomi, Bupati menyinggung isu sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama, seperti keterlibatan warga dalam judi online, penyalahgunaan narkoba, serta kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengajak organisasi wanita berkolaborasi melalui edukasi kepada masyarakat, terutama di lingkungan keluarga, sekaligus mendukung program pemerintah untuk menanggulangi persoalan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi antarorganisasi wanita serta dengan masyarakat luas. Wempi menyatakan hubungan yang terjaga dapat memperkuat kerja sama dalam mendukung ketertiban, keamanan, dan kesejahteraan di Malinau.
Dalam kesempatan itu, Wempi turut menyinggung pentingnya investasi dan pengembangan sumber daya energi sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan ekonomi daerah. Ia menekankan perlunya pengelolaan yang baik dan bertanggung jawab agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak semua pihak berkontribusi dalam pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Acara silaturahmi dihadiri anggota PKK, GOW, serta perwakilan organisasi wanita lainnya, dan diisi diskusi terbuka serta tukar pikiran mengenai peran perempuan dalam pembangunan daerah.

