Bupati Bone Bolango: Hari Patriotik Harus Jadi Pemicu Percepatan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan

Bupati Bone Bolango: Hari Patriotik Harus Jadi Pemicu Percepatan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan

Bupati Bone Bolango Ismet Mile menegaskan peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 ke-84 pada 2026 harus menjadi pemicu nyata percepatan pembangunan daerah sekaligus pengentasan kemiskinan. Penegasan itu disampaikan saat upacara peringatan di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Jumat (23/1/2026).

Dalam amanatnya, Ismet menekankan bahwa semangat perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone tidak cukup hanya dikenang secara seremonial. Menurutnya, nilai perjuangan tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan, program, dan kerja nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perjuangan Nani Wartabone membebaskan rakyat Gorontalo adalah fondasi bagi kita untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan ketertinggalan,” kata Ismet.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa 23 Januari 1942 merupakan tonggak sejarah pembebasan Gorontalo dari penjajahan Belanda, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945. Peristiwa itu, menurutnya, menunjukkan masyarakat Gorontalo telah lebih dulu menegaskan kedaulatannya.

“Sejarah ini bukan hanya kebanggaan, tetapi tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk pembangunan dan pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.

Ismet juga menyoroti kondisi Provinsi Gorontalo yang masih berada dalam jajaran lima besar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Ia menyebut situasi tersebut sebagai tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras dan inovasi kebijakan daerah.

“Kita tidak boleh pesimis. Kemiskinan harus menjadi pemacu semangat untuk menciptakan kebanggaan baru yang bisa diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Menurut Ismet, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan elemen masyarakat perlu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat program pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat, organisasi, dan para pemangku kepentingan di Bone Bolango untuk menyatukan visi dan langkah dalam membangun daerah yang aman, mandiri, dan sejahtera melalui kegiatan nyata yang berdampak langsung bagi rakyat.

“Momentum Hari Patriotik ini harus menjadi titik balik, agar kita lebih inovatif dan produktif dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan,” ucapnya.