Banjir Ganggu Distribusi dan Perdagangan, Kemiskinan di Aceh Berpotensi Naik

Banjir Ganggu Distribusi dan Perdagangan, Kemiskinan di Aceh Berpotensi Naik

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Kerusakan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan sarana distribusi, menghambat aktivitas perdagangan sehingga pasokan barang tidak berjalan lancar.

Gangguan pada jaringan distribusi tersebut turut memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Kondisi ini menambah beban masyarakat, terutama warga terdampak banjir yang bergantung pada aktivitas ekonomi harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pengamat Ekonomi Syariah Prof. Apridar menilai banjir menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Ia mengatakan, rusaknya infrastruktur memperlambat perputaran ekonomi dan menurunkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kesejahteraan warga. Pernyataan tersebut disampaikan kepada RRI pada Jumat, 23 Januari 2026.

Menurut Prof. Apridar, sebelum banjir terjadi, tingkat kemiskinan di Aceh berada di angka sekitar 14 persen. Namun, bencana banjir berpotensi mendorong kenaikan angka kemiskinan apabila tidak diimbangi penanganan yang cepat dan tepat.

Ia menekankan perlunya langkah strategis dari pemerintah daerah dan pusat, terutama percepatan perbaikan infrastruktur serta pemberian bantuan ekonomi kepada masyarakat terdampak. Upaya ini dinilai penting untuk memulihkan aktivitas perdagangan dan menjaga stabilitas ekonomi Aceh pascabanjir.