Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, menyampaikan bahwa kenaikan pendapatan perusahaan tidak terlepas dari pengembangan unit usaha baru serta peningkatan trafik bisnis yang dinilai semakin bersentuhan langsung dengan persoalan sosial di masyarakat.
Hal itu ia sampaikan dalam dialog publik bersama PWI, JMSI, dan IJTI di Hotel Rodhita Banjarmasin, Kamis (6/8/2026). Menurut Afrizaldi, pendapatan yang dihasilkan melalui bisnis perusahaan diarahkan untuk disalurkan kepada pemerintah daerah, sekaligus dioptimalkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan program lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami adalah mengantarkan pendapatan lewat bisnis ini ke pemerintah daerah. Nanti bagaimana program CSR, program-program, untuk memaksimalkan pendapatan yang ada dari kami ini bisa bersentuhan langsung dengan masalah sosial,” ujarnya.
Ia mencontohkan keterlibatan perusahaan saat terjadi darurat sampah di Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu. Saat itu, Bangun Banua disebut bergerak memberikan bantuan motor Tosa untuk menjangkau kampung-kampung yang tidak dapat dilalui mobil pengangkut sampah.
“Hal-hal yang kami lakukan untuk berhubungan dengan program dan permasalahan yang ada di pemerintahan,” kata Afrizaldi.
Selain itu, Afrizaldi menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadikan keterbukaan sebagai budaya kerja di Bangun Banua. Ia mengatakan perusahaan akan bersikap terbuka kepada media, dengan harapan hubungan antara BUMD dan masyarakat menjadi lebih jelas dan tidak memunculkan pertanyaan yang berkembang menjadi isu besar di Kalimantan Selatan.