Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia disebut kerap menjadi sasaran penyebaran informasi palsu atau hoaks di berbagai platform digital. Informasi bohong tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebijakan energi maupun posisi jabatannya.
Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi. Masyarakat juga diimbau bersikap kritis terhadap beragam konten yang beredar di ruang digital.
Salah satu hoaks yang beredar menyebut Bahlil mengajak PT PLN menaikkan harga token listrik. Klaim tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 27 Desember 2026.
Dalam unggahan itu, narasi yang disebarkan menyatakan bahwa Bahlil mengusulkan kenaikan harga token agar PLN tidak merugi dan agar masyarakat “belajar menghemat listrik”. Unggahan juga menyebut ide tersebut muncul dari diskusi untuk mengatasi kerugian PLN akibat biaya produksi yang tinggi dan beban subsidi, sehingga kenaikan harga token disebut sebagai solusi untuk menyehatkan perusahaan dan meningkatkan kesadaran penggunaan listrik.
Namun, klaim tersebut merupakan bagian dari informasi yang dipersoalkan dan masuk dalam daftar hoaks yang ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta.

