Aktivis Sobarul Fajar meninggal dunia pada Rabu malam, 15 Juli 2026. Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Humanika, Sya'roni.
"Iya barusan. Sekarang masih di rumah sakit," kata Sya'roni kepada redaksi, Rabu malam, 15 Juli 2026.
Fajar dikenal vokal menyuarakan berbagai isu sosial, hukum, politik, dan ekonomi. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker limpa dan kanker tulang belakang. Fajar mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Poncol Jaya, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Sya'roni menyebut Fajar sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan, serta berada di garda depan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. "Bang Fajar adalah aktivis yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan, serta tak pernah lelah berada di garda depan untuk memberantas korupsi di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan atas perjuangan almarhum. "Perjuangan, keberanian, serta ketulusan Bang Fajar akan selalu menjadi teladan bagi para aktivis. Selamat jalan kawan seperjuangan," kata Sya'roni.