Sebuah konferensi digelar secara daring langsung dan terhubung ke 44 lokasi, dengan diikuti lebih dari 400 delegasi dari berbagai lembaga dan unit di seluruh militer. Rapat tersebut dipimpin Mayor Jenderal Tong Van Thanh.
Dalam laporan kuartal pertama 2026, disebutkan lembaga dan unit telah menjalankan penyebarluasan serta pendidikan terkait resolusi, kesimpulan, arahan, dan peraturan Partai. Kegiatan itu juga mencakup arahan Sekretaris Jenderal To Lam—Sekretaris Komisi Militer Pusat—mengenai penerapan prinsip “2 teguh, 2 diperkuat, 2 dicegah”, motto “5 kokoh”, serta tema tahun 2026 tentang “memperkuat penelitian dan produksi senjata dan peralatan canggih dan modern”.
Selain itu, berbagai solusi terkoordinasi disebut telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pendidikan politik serta kepemimpinan ideologis. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman perwira dan prajurit terhadap kebijakan dan keputusan baru, bersejarah, dan inovatif dari Partai dan Negara.
Konferensi juga menyoroti langkah proaktif dalam penyediaan informasi, propaganda, dan bimbingan ideologis kepada masyarakat menjelang peristiwa politik penting serta dalam menghadapi isu-isu sensitif dan kompleks. Tujuannya, menciptakan tingkat persatuan yang tinggi dalam kesadaran dan tanggung jawab di kalangan perwira dan prajurit di seluruh angkatan darat.
Di bidang pelaksanaan tugas, pekerjaan politik dan ideologis dilaporkan berjalan efektif dalam proses penerimaan serta pelatihan rekrutan baru. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan penyesuaian struktur organisasi Komando Militer tingkat komune agar sesuai dengan persyaratan dan tugas dalam situasi baru. Pada saat yang sama, upaya melindungi landasan ideologis Partai dan memerangi pandangan yang keliru turut ditekankan.
Perwakilan dari Departemen Propaganda dan Mobilisasi (Departemen Propaganda dan Pelatihan) memaparkan hasil kerja pengelolaan ideologi, opini publik, dan disiplin pada kuartal pertama 2026. Seorang perwakilan dari Departemen Perlindungan Keamanan Militer (Departemen Politik Umum) juga menyampaikan pidato dalam konferensi tersebut.
Dalam arahannya, Mayor Jenderal Tong Van Thanh menilai bahwa dalam periode terakhir lembaga dan unit telah bekerja baik dalam mengelola ideologi, opini publik, disiplin, serta melindungi landasan ideologis Partai. Ia menekankan persatuan internal dan tekad sebagai faktor yang membantu penyelesaian tugas-tugas yang diberikan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan politik dan kepemimpinan ideologis, ia meminta lembaga dan unit terus memperdalam pemahaman terhadap resolusi, kesimpulan, arahan, dan peraturan Partai, serta dokumen kepemimpinan dan panduan dari Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan Nasional tentang pelaksanaan tugas tahun 2026. Pelaksanaannya diminta menyesuaikan kondisi praktis unit dan menghindari formalitas.
Ia juga menekankan penguatan pendidikan politik dan ideologi guna membangun kewaspadaan, tekad yang tinggi, serta kesiapan menerima dan menuntaskan tugas. Dalam konteks itu, ia mengingatkan perlunya memerangi pemikiran subjektif, rasa puas diri, keengganan menghadapi kesulitan, dan sikap menghindari tanggung jawab, sekaligus secara proaktif melawan serta membantah pandangan yang keliru dan bermusuhan.
Konferensi turut menegaskan peran komite partai, organisasi partai, komisaris politik, komandan, badan politik, dan badan fungsional di semua tingkatan, serta kader dan anggota partai dalam meningkatkan kesadaran atas pentingnya kerja opini publik. Mereka diminta memperkuat tim kader yang bekerja di bidang opini publik dan tim kolaborator opini publik di seluruh tingkatan di lingkungan militer, dengan target penyelesaian pada Mei 2026.
Selain itu, Lomba Komentar Politik ke-6 tahun 2026 direncanakan diselenggarakan secara substantif dan menyeluruh, dengan evaluasi kuantitas serta kualitas karya dimulai dari tingkat akar rumput. Konten kegiatan juga akan diperbarui dan ditambah agar mencapai hasil terbaik di tingkat militer dan nasional.
Aktivitas halaman dan grup disebut akan ditinjau serta dikelola secara ketat agar efisien dan efektif. Instansi dan unit di bawah Kementerian Pertahanan Nasional juga diminta melakukan peninjauan komprehensif dan melaporkan jumlah halaman dan grup kepada Komite Tetap Komite Pengarah 35 Komisi Militer Pusat.

