Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, merespons pidato Presiden Prabowo Subianto di tengah maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Eddy menilai ajakan dialog yang disampaikan Prabowo menunjukkan komitmen untuk menjaga dan merawat demokrasi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (1/9/2025), Eddy menyebut komitmen PAN sejalan dengan sikap Prabowo dalam menjaga ruang dialog. Ia menegaskan PAN sebagai partai yang lahir dari era reformasi memandang pentingnya iklim demokrasi yang sehat.
Eddy juga mengajak semua pihak menjaga demokrasi agar tidak diwarnai anarki maupun tindakan yang merugikan masyarakat. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen membuka ruang dialog dan penyampaian aspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo, saya mengajak ayo jaga demokrasi kita dari segala bentuk anarki dan perusakan fasilitas umum. Aksi damai, dialog dan juga kolaborasi bisa lebih memberikan dampak yang baik untuk masyarakat yang diperjuangkan,” ujar Eddy.
Sebelumnya, Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga menerima perwakilan kelompok yang ingin menyampaikan koreksi, kritik, maupun masukan untuk perbaikan jalannya pemerintahan. “Saya juga perintahkan kepada semua K/L untuk menerima utusan-utusan kelompok yang ingin menyampaikan koreksi, menyampaikan kritik, menyampaikan perbaikan terhadap jalannya negara dan pemerintahan,” kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Dalam pidato yang sama, Prabowo meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama partai-partai politik, termasuk yang berada di luar pemerintahan, bertekad memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, termasuk kelompok masyarakat yang paling kecil dan tertinggal.
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga persatuan Indonesia, seraya menyebut Indonesia sedang berada pada masa kebangkitan. “Jangan sampai kita terus diadu domba,” ujarnya.

