Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan iring-iringan kendaraan militer dan dinarasikan sebagai konvoi pasukan Amerika Serikat (AS) yang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Irak. Unggahan itu juga menyebut peristiwa terjadi di perbatasan Irak-Iran dan disebut-sebut disebarkan pada April 2026.
Narasi tersebut beredar melalui sejumlah akun Facebook. Salah satu unggahan menuliskan bahwa konvoi tentara AS diserang pasukan Irak sebelum memasuki wilayah Iran.
Namun, penelusuran menunjukkan video itu bukan peristiwa terbaru dan tidak terkait klaim serangan terhadap konvoi pasukan AS. Hasil pencarian mengarah pada dua artikel yang terbit pada Maret 2015. Rekaman serupa ditemukan dalam artikel portal berbahasa Arab Al Alam yang menyebutkan bahwa Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak melumpuhkan bom yang dipasang ISIS pada sebuah kendaraan. Kendaraan yang diduga digunakan sebagai bom bunuh diri itu disebut berhasil diledakkan sebelum mencapai sasaran dengan menggunakan rudal.
Video yang sama juga tercantum dalam artikel di Military.com yang diterbitkan pada 10 April 2015. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa pasukan Badr menggagalkan serangan bom bunuh diri ISIS di Pegunungan Hamrin.
Peristiwa dalam video dikaitkan dengan situasi pada Pertempuran Tikrit Kedua pada 2015. Dengan demikian, video yang beredar merupakan konten dengan konteks keliru karena menampilkan operasi melumpuhkan kendaraan bom bunuh diri ISIS, bukan konvoi pasukan AS yang diserang Irak.

