Menjelang peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Indonesia dihadapkan pada sejumlah pertanyaan kritis terkait integritas, akuntabilitas, dan keadilan. Isu-isu seperti pendanaan politik, konflik kepentingan, megaproyek infrastruktur, hingga tata kelola iklim disebut menjadi area yang rentan menimbulkan risiko korupsi.
Risiko tersebut dinilai berpotensi menggerogoti kepercayaan publik sekaligus menguji janji demokrasi. Dalam konteks ini, Indonesia Integrity Forum (IIF) 2025 digelar sebagai ruang untuk meninjau kembali agenda integritas nasional pada momen yang dianggap menentukan dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Forum tahun ini melanjutkan rangkaian tema yang diangkat pada penyelenggaraan sebelumnya, yakni IIF 2023 “Mempertahankan Aliansi, Memperkuat Aksi Kolektif” dan IIF 2024 “Membangun Kembali Kepercayaan, Memulihkan Harapan”. Mengacu pada momentum tersebut, IIF 2025 diposisikan sebagai platform untuk refleksi, dialog, dan kolaborasi dalam merespons tantangan integritas yang berkembang.

